Bahasa Indonesia

70 Contoh Kalimat Majas Personafikasi dan Pengertian

Majas Personafikasi – Pembahasan kali ini akan membahas mengenai kalimat gaya bahasa personafikasi. Majas Personafikasi adalah gaya bahasa yang masuk ke dalam gaya bahasa majas perbandingan.

Contoh Majas Personafikasi beserta penjelasan lengkapnya, akan di jelaskan secara lengkap sebagai berikut.

Majas Personafikasi Adalah

Majas Personafikasi

Majas Personifikasi adalah majas retoris yang digunakan dalam sastra untuk memberikan sifat manusia atau karakteristik manusia pada objek, hewan, atau konsep non-manusia. Ini dilakukan untuk menciptakan gambaran yang lebih hidup dan mendalam.

Contoh personifikasi yang sederhana adalah “angin berbisik lembut” di mana angin, yang sebenarnya adalah entitas non-manusia, diberikan kemampuan untuk berbicara atau “berbisik” seperti manusia.

Personifikasi sering digunakan untuk memberikan kesan yang lebih emosional atau memudahkan pembaca atau pendengar untuk merasakan dan memahami objek atau konsep yang digambarkan.

Oleh sebab itu penggunakan kalimat Majas Personafikasi dalam diklasifikasikan kedalam Majas Perbandingan, sama seperti Majas Hiperbola dan Majas Litotes.

Contoh lain dari personifikasi dapat mencakup “matahari tersenyum hangat” atau “hujan menangis dengan lebat.” Dalam kedua kasus ini, objek non-manusia, yaitu matahari dan hujan, diberi atribut manusia seperti tersenyum dan menangis.

Ciri Ciri Majas Personafikasi

Majas Personafikasi

Contoh majas personifikasi mepunyai suatu ciri khas yang tidak dipunya majas majas lainnya, dalam penggunaan personifikasi, penulis atau pembicara menggunakan kreativitas mereka untuk memberikan karakter manusia pada objek atau konsep non-manusia.

Berikut ini ciri ciri Majas Personafikasi:

  1. Memberikan sifat manusia pada objek non-manusia: Dalam personifikasi, objek atau konsep yang sebenarnya bukan manusia diberikan atribut, sifat, atau karakteristik manusia. Ini bisa berupa kemampuan berbicara, emosi, atau tindakan manusia.
  2. Personifikasi digunakan untuk menciptakan gambaran yang lebih hidup dan mendalam dalam teks sastra atau komunikasi.
  3. Melalui personifikasi, objek non-manusia diberi karakter dan kepribadian seperti manusia. Hal ini dapat membuat objek tersebut lebih mudah dipahami dan memungkinkan pengalaman yang lebih emosional.
  4. Personifikasi adalah salah satu majas yang sering digunakan dalam sastra untuk meningkatkan daya tarik dan kualitas karya sastra.
  5. Personifikasi memberikan penulis atau pembicara kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas mereka dengan cara yang menarik dan unik.

Contoh Majas Personafikasi

Majas Personafikasi

Selain mengidentifikasikan melalui ciri ciri, untuk mengetahui bahwa yang digunakan adalah Majas Personifikasi atau bukan, yaitu dengan memahami contoh dari penggunaan Majas Personifikasi tersebut.

Berikut contoh kalimat Majas Personifikasi:

  • Bunga matahari tersenyum ke arah matahari.
  • Angin malu-malu membisikkan rahasia pohon-pohon.
  • Gunung merindukan pelukan langit.
  • Daun-daun bergosip saat angin bertiup.
  • Bulan menatap bumi dengan mata lembut.
  • Pagi hari membuka pintu untuk menyambut matahari.
  • Waktu berlari tanpa kenal lelah.
  • Kamera berbicara dengan senyum ketika menangkap momen indah.
  • Ombak menyapu pantai dengan gemuruh.
  • Hujan turun dengan pelukan hangat.
  • Jalan berbisik tentang kisah-kisah yang telah dilaluinya.
  • Kilat berteriak di langit saat badai datang.
  • Buaya di sungai memamerkan senyum tajamnya.
  • Bunga-bunga berbisik tentang keindahan alam.
  • Petir menyambar dengan kemarahan.
  • Api memakan kayu dengan nafsu.
  • Warna-warna musim gugur berbicara tentang kematian dan keindahan.
  • Pelangi tersenyum di langit.
  • Rintik hujan menyanyikan lagu tidur.
  • Malam menutup bumi dengan selimut gelap.
  • Jembatan menghubungkan dua tepi sungai dengan setia.
  • Jerapah melihat dunia dari ketinggian dengan anggun.
  • Kabut menyelimuti kota dengan misteri.
  • Kuda-kuda padang rumput berlari dengan kebebasan.
  • Bintang-bintang berkedip sebagai pesan-pesan cinta dari langit.
  • Matahari terbit dengan tanda harapan yang baru.
  • Hutan-hutan berbicara dalam bisikan angin.
  • Perahu di atas ombak merasa bergerak seperti dansa.
  • Pohon jatuh merintih saat ditebang.
  • Gajah membisikkan rahasia hutan kepada telinganya sendiri.
  • Gunung berdiri dengan keperkasaan.
  • Desa-desa berbicara dalam suara riuh dari pasar.
  • Matahari tenggelam dengan tanda perpisahan yang sedih.
  • Air terjun melompat-lompat dengan keceriaan.
  • Rerumputan di padang bergoyang dengan angin.
  • Lautan membisikkan misteri di dalam gelombangnya.
  • Api lilin menyala dengan keanggunan.
  • Bola-bola salju jatuh seperti permainan anak-anak.
  • Pepohonan berdesis saat daun berguguran.
  • Lampu jalan menjaga kota dalam kegelapan.
  • Jalanan di kota raya bernapas dengan kehidupan.
  • Jendela-jendela rumah membisu dengan diam.
  • Gunung berapi marah dengan dentuman yang menggelegar.
  • Salju turun dengan kedamaian.
  • Badai mengejutkan dengan sorakan dan dentuman.
  • Hujan pelan-pelan berbicara tentang kesepian.
  • Perahu layar meluncur dengan anggun di atas air.
  • Matahari bersinar dengan sinar matahari.
  • Sungai mengalir dengan ceria ke arah laut.
  • Kabut malam datang dengan kerahasiaan yang misterius.
  • Jembatan tua mengeluh dengan usia yang telah berlalu.
  • Pelangi di langit menari-nari seperti pakaian warna-warni.
  • Jalan berbicara dalam jejak-jejak kendaraan yang lewat.
  • Kilat menyambar langit seperti cahaya api yang marah.
  • Bulan tersenyum dengan sinar peraknya.
  • Bunga-bunga di taman berbisik-bisik tentang kebahagiaan.
  • Hujan deras turun seperti hujan emas dari awan.
  • Buku-buku di perpustakaan merindukan pembaca yang rajin.
  • Burung-burung di hutan berbicara dalam nyanyian merdu.
  • Pohon kelapa melambai-lambai dengan daunnya yang lebar.
  • Hati manusia berbicara dalam kebahagiaan dan kesedihan.
  • Gunung mengamuk dengan erupsi dahsyatnya.
  • Ombak lautan memeluk pantai dengan kasih sayang.
  • Salju menutupi dunia dengan selimut putih yang dingin.
  • Mobil tua mengeluh dengan suara mesin yang usang.
  • Bumi memutar dengan tenang di alam semesta yang luas.
  • Angin malam berbisik lembut di telinga pohon-pohon.
  • Cermin di kamar mandi tersenyum saat kita memandang.
  • Sinar mentari pagi memeluk alam dengan hangat.
  • Lautan dalam diam menyimpan cerita-cerita laut yang dalam.

Penutup

Jadi kurang lebih seperti itulah pembahasan mengenai contoh Majas Personafikasi yang telah mimin jelaskan secara lengkap beserta pengertiannya diatas.

Jika ada keselahan ataupun kekurangan dalam penulisan, silahkan gunakan kolom komentar yang telah disediakan untuk mengirimkan pendapat.

Abdul Tora

Tora suka menulis tentang segala hal tentang pendidikan dan berharap dapat menambah makna pada apa yang dibaca orang. Dia adalah seorang expert dalam bidang Matematika dan Bahasa Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *