Bahasa Indonesia

120 Contoh Kalimat Majas Eufimisme dan Pengertian

Majas Eufimisme – Artikel ini membahas mengenai pengertian beserta contoh kalimat majas eufimisme. Majas eufimisme adalah gaya bahasa yang terkategori kedalam majas perbandingan.

Contoh majas eufimisme serta penjelasan lengkapnya akan dibahas dengan detail sebagai berikut.

Majas Eufimisme Adalah

Majas Eufimisme

Majas eufimisme adalah majas retoris yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu dengan cara yang lebih lembut atau kurang keras, daripada mengungkapkannya secara langsung atau kasar.

Dalam eufimisme, kata-kata yang lebih netral atau positif digunakan untuk merujuk pada hal yang sebenarnya mungkin negatif atau kurang menguntungkan.

Tujuannya adalah untuk menghindari pengungkapan yang terlalu jujur atau kasar, seringkali untuk menjaga perasaan orang atau untuk menghindari konflik.

Kalimat majas eufimisme dapat digolongkan ke dalam majas perbandingan sebab mempunyai sifat perbandingan, yaitu membandingkan ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang kasar. Sama juga halnya dengan kalimat majas asosiasi dan contoh kalimat majas simile.

Selain dari majas eufimisme, ada juga gaya bahasa lainnya yang juga tergolong ke dalam majas perbandingan yang bisa Anda baca pada postingan Majas Adalah.

Contoh majas eufimisme dapat kita temukan pada pembicaraan sehari-hari atau bisa juga ditemukan di sebuah karya sastra seperti puisi, cerpen, novel dan lain sebagainya.

Untuk contoh yang lebih lengkapnya, akan kami jelaskan mengenai contoh majas eufimisme sebagai berikut.

Contoh Majas Eufimisme

Majas Eufimisme

Pengertian majas eufimisme dan penjelasan lengkap sudah dibahas secara lengkap diatas. Untuk dapat mengetahui kalau sebuah kalimat menggunakan majas eufimisme atau tidak, yaitu dengan mengetahui contohnya.

Berikut contoh majas eufimisme:

  • Seorang pria dengan perut sedikit besar.
  • Anak itu memiliki tingkat energi yang rendah.
  • Ia memiliki rambut yang tipis.
  • Guru itu tidak begitu keras dalam memberikan penilaian.
  • Perusahaan tersebut mengalami penurunan pendapatan.
  • Ia bukan orang yang berpikir terlalu banyak.
  • Ayahnya suka berbicara dengan banyak orang.
  • Anjing itu memiliki masalah dengan “kontrol” kandung kemihnya.
  • Gadis itu sangat suka berbicara.
  • Rumah itu membutuhkan beberapa pembaruan.
  • Guru tersebut terlambat dalam memberikan tugas.
  • Ia mempunyai sejumlah denda lalu lintas.
  • Film tersebut berfokus pada karakter yang berbeda.
  • Anak itu kurang disiplin dalam belajar.
  • Ia sangat suka makan camilan.
  • Pekerjaan itu memerlukan “pendekatan yang fleksibel”.
  • Pakaian itu agak lusuh.
  • Sebuah mobil tua yang telah berusia.
  • Rumah itu perlu perbaikan besar.
  • Pria itu adalah “penyiaran ulang”.
  • Anak itu memiliki sedikit masalah dengan “hukum”.
  • Gadis itu memiliki sedikit kecanduan belanja.
  • Ia memiliki beberapa “masalah keuangan”.
  • Film itu memiliki “kisah yang berbeda”.
  • Guru tersebut menghadapi beberapa “tantangan kelas”.
  • Pria itu memiliki kecenderungan “berbicara banyak”.
  • Ia mungkin agak “terlambat”.
  • Anak itu mempunyai kecenderungan “sering absen”.
  • Mobil itu butuh beberapa “perbaikan”.
  • Guru itu menghadapi beberapa “perubahan kurikulum”.
  • Wanita itu memiliki permasalahan dengan “pengendalian berat badan”.
  • Anjing itu agak “tidak terlatih”.
  • Rumah tersebut adalah tempat yang “terabaikan”.
  • Pria tersebut “mengubah pekerjaan” secara teratur.
  • Gadis itu memiliki sedikit “keinginan untuk belajar”.
  • Ia memiliki beberapa “pengalaman dengan hukum”.
  • Film itu memiliki “beberapa perbedaan pendapat”.
  • Guru tersebut sering menghadapi “tantangan kelas”.
  • Pria itu memiliki “masalah dengan berbicara”.
  • Anak itu sering “melewatkan sekolah”.
  • Rumah tersebut memerlukan beberapa “perbaikan besar”.
  • Ia menghadapi “kesulitan keuangan”.
  • Wanita itu “berjuang untuk mengendalikan berat badan”.
  • Anjing itu memerlukan sedikit “pelatihan”.
  • Pria itu terlibat dalam beberapa “perubahan pekerjaan”.
  • Gadis itu “kebingungan dalam belajar”.
  • Ia terlibat dalam beberapa “masalah hukum”.
  • Film tersebut “terlibat dalam beberapa perdebatan”.
  • Guru itu “menghadapi beberapa tantangan pelajaran”.
  • Pria itu “suka berbicara panjang”.
  • Anak itu memiliki “kecenderungan untuk absen”.
  • Rumah tersebut “memerlukan perbaikan besar”.
  • Guru tersebut “menangani masalah keuangan”.
  • Wanita itu “berjuang untuk mengontrol berat badannya”.
  • Anjing itu “memerlukan pelatihan lebih lanjut”.
  • Pria itu “suka mengganti pekerjaan”.
  • Gadis itu “tidak begitu tertarik belajar”.
  • Ia “melalui beberapa masalah hukum”.
  • Film tersebut “menghadapi beberapa ketidaksetujuan”.
  • Guru tersebut “menghadapi tantangan pelajaran yang berbeda”.
  • Pria itu “terlalu suka bicara”.
  • Anak itu “sering bolos sekolah”.
  • Rumah tersebut “perlu renovasi besar”.
  • Guru tersebut “berurusan dengan persoalan keuangan”.
  • Wanita itu “mempunyai kesulitan mengendalikan berat badannya”.
  • Anjing itu “perlu pelatihan ekstra”.
  • Pria itu “sering berganti-ganti pekerjaan”.
  • Gadis itu “tidak terlalu peduli akan pembelajaran”.
  • Ia “melibatkan diri dalam beberapa persoalan hukum”.
  • Film tersebut “mempunyai beberapa kontroversi”.
  • Guru tersebut “menghadapi tantangan pelajaran yang unik”.
  • Pria itu “suka berbicara terlalu banyak”.
  • Anak itu “tidak hadir di sekolah sering”.
  • Rumah tersebut “butuh banyak pembaruan”.
  • Guru itu “berjuang dengan masalah keuangan”.
  • Wanita itu “bertarung dengan berat badan”.
  • Anjing itu “memerlukan lebih banyak pelatihan”.
  • Pria itu “sering berpindah-pindah pekerjaan”.
  • Gadis itu “tidak terlalu tertarik pada pelajaran”.
  • Ia “terlibat dalam beberapa masalah hukum”.
  • Film tersebut “memiliki beberapa perbedaan pendapat”.
  • Guru tersebut “menghadapi berbagai tantangan pelajaran”.
  • Pria itu “suka berbicara panjang lebar”.
  • Anak itu “seringkali tidak hadir di sekolah”.
  • Rumah itu “membutuhkan perbaikan besar-besaran”.
  • Guru tersebut “berhadapan dengan persoalan keuangan”.
  • Wanita itu “berjuang untuk mengendalikan berat badannya”.
  • Anjing itu “memerlukan pelatihan lebih lanjut”.
  • Pria itu “kerap kali berganti-ganti pekerjaan”.
  • Gadis itu “tidak terlalu antusias dalam belajar”.
  • Ia “terlibat dalam sejumlah kasus hukum”.
  • Film itu “menyebabkan beberapa kontroversi”.
  • Guru tersebut “menghadapi berbagai tantangan di kelas”.
  • Pria itu “suka berbicara terlalu panjang”.
  • Anak itu “sering tidak masuk sekolah”.
  • Rumah itu “perlu renovasi yang besar”.
  • Guru tersebut “mengalami kesulitan keuangan”.
  • Wanita itu “berjuang untuk mengontrol berat badannya”.
  • Anjing itu “memerlukan latihan tambahan”.
  • Pria itu “sering berpindah-pindah pekerjaan”.
  • Gadis itu “kurang antusias belajar”.
  • Ia “terlibat dalam beberapa permasalahan hukum”.
  • Film tersebut “memunculkan beberapa ketidaksetujuan”.
  • Guru tersebut “menghadapi sejumlah tantangan pelajaran”.
  • Pria itu “gemar bicara lama”.
  • Anak itu “selalu tidak masuk sekolah”.
  • Rumah itu “memerlukan perbaikan besar”.
  • Guru itu “berurusan dengan masalah keuangan”.
  • Wanita itu “melawan untuk mengendalikan berat badannya”.
  • Anjing itu “membutuhkan pelatihan ekstra”.
  • Pria itu “seringkali berganti-ganti pekerjaan”.
  • Gadis itu “tidak begitu tertarik pada pelajaran”.
  • Ia “terlibat dalam beberapa masalah hukum”.
  • Film tersebut “menyebabkan beberapa perbedaan pendapat”.
  • Guru tersebut “menghadapi berbagai tantangan di kelas”.
  • Pria itu “suka berbicara terlalu panjang”.
  • Anak itu “selalu bolos sekolah”.
  • Rumah itu “perlu perbaikan yang besar”.
  • Guru tersebut “menghadapi kesulitan finansial”.
  • Wanita itu “berjuang untuk mengendalikan berat badannya”.

Penutup

Kurang lebih begitulah pembahasan mengenai majas eufimisme dan contohnya yang telah kami jelaskan secara lengkap diatas. Semoga saja penjelasan dari kami dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca.

Jika ada kekurangan kata atau ada pertanyaaan yang ingin disampaikan, silahkan gunakan kolom komentar dibawah untuk berkomentar. Semoga bermanfaat.

Abdul Tora

Tora suka menulis tentang segala hal tentang pendidikan dan berharap dapat menambah makna pada apa yang dibaca orang. Dia adalah seorang expert dalam bidang Matematika dan Bahasa Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *