Bahasa Indonesia

70 Contoh Kalimat Majas Antitesis Serta Pengertiannya

Majas Antitesis – Pada postingan kali ini akan membahas mengenai pengertian dan contoh majas antitesis. Majas antitesis adalah gaya bahasa yang memakai dua kalimat atau kata yang saling bertentangan satu sama lain.

Contoh majas antitesis berserta dengan penjelasan lengkapnya akan kami bahas lebih lengkap sebagai berikut.

Majas Antitesis Adalah

Majas Antitesis

Majas antitesis adalah sebuah gaya bahasa yang menggambarkan kontras atau perlawanan antara dua konsep atau ide yang berlawanan dalam satu kalimat atau ungkapan.

Majas ini digunakan untuk menciptakan ketegangan atau perbedaan yang tajam antara elemen-elemen yang saling bertentangan tersebut, sehingga memberikan efek dramatis atau kuat dalam tulisan atau pidato.

Majas antitesis adalah majas tergolong ke dalam jenis majas pertentangan sebab mempunyai karakteristik pertentangan. Sama halnya dengan seperti contoh kalimat majas anafora dan contoh kalimat majas epifora.

Majas antitesis sering di temukan di obrolan sehari-hari dan juga dapat ditemukan pada sebuah karya sastra seperti cerpen, novel, puisi, dan lain sebagainya.

Ada juga berbagai macam gaya bahasa pertentangan lainnya yang telah di bahas pada postingan jenis jenis majas dan contohnya.

Contoh kalimat antitesis untuk dapat mengidentifikasi apakah sebuah kalimat menggunakan majas antitesis atau tidak yaitu dengan mengetahui cara penggunaan dari majas tersebut.

Contoh Majas Antitesis

Majas Antitesis

Arti majas antitesis telah dijelaskan diatas, selanjutnya agar dapat mengetahui apabila sebuah kalimat menggunakan majas antitesis atau tidak, yaitu dengan mengetahui berdasarkan contoh dari penggunaannya.

Berikut ini contoh majas antitesis:

  • Anak itu cerdas tapi malas dalam belajar.
  • Pohon itu tinggi, namun buahnya rendah.
  • Mobil itu mahal tetapi kualitasnya buruk.
  • Pekerjaan ini mudah tapi membosankan.
  • Desa itu tenang, kota itu hiruk-pikuk.
  • Kucing itu gemuk, anjing itu kurus.
  • Baju ini terlalu besar, yang itu terlalu kecil.
  • Musik itu keras, bukan lembut.
  • Bisnis itu menguntungkan, tetapi penuh risiko.
  • Pantai itu indah tetapi berbahaya untuk berenang.
  • Kopi ini manis, teh itu pahit.
  • Rumah ini luas, apartemen itu sempit.
  • Senyumnya tulus, tapi matanya menunjukkan kekhawatiran.
  • Bangunan tua itu masih kokoh, tapi terlihat usang.
  • Hujan ini lebat, matahari terbenamnya cerah.
  • Motor ini cepat, tapi bensinnya boros.
  • Bola itu bulat, kubus itu bersegi.
  • Penyanyi itu terkenal, penulisnya tidak dikenal.
  • Pengeluaran ini tinggi, pendapatan itu rendah.
  • Kebun itu subur, gudang itu kosong.
  • Waktunya singkat, tetapi sangat berharga.
  • Ceritanya menyedihkan, tetapi pesannya positif.
  • Warna itu kontras, tidak serasi.
  • Bel rumahnya keras, tetapi nada pianonya lembut.
  • Malam itu gelap, bintang-bintangnya terang.
  • Jalan itu berliku, tidak lurus.
  • Sopir itu berpengalaman, tapi mobilnya rusak.
  • Hidup ini singkat, tetapi kita bisa membuatnya berarti.
  • Kekayaan itu mempesona, tetapi sepi dalam hati.
  • Dia tulus, tetapi kadang-kadang kurang jujur.
  • Pertunjukan itu menghibur, namun tiketnya mahal.
  • Saat ini panas, tetapi cuaca kemarin dingin.
  • Bunga itu cantik, tetapi durinya tajam.
  • Suasana di sana riuh, sini sunyi.
  • Ceritanya kompleks, namun mudah dipahami.
  • Kota ini ramai, tetapi pedesaan itu tenang.
  • Resolusi itu tinggi, tetapi motivasinya rendah.
  • Pakaian ini mahal, tetapi berkualitas rendah.
  • Bibirnya merah, kulitnya pucat.
  • Buku ini tebal, tetapi isinya dangkal.
  • Dia pintar, tetapi kurang pengalaman.
  • Senyuman itu lebar, matanya sempit.
  • Pekerjaan ini menjanjikan, tetapi berisiko tinggi.
  • Pesawat itu besar, tetapi penerbangnya tidak berpengalaman.
  • Makanan itu pedas, tetapi nikmat.
  • Puisi itu singkat, tetapi penuh makna.
  • Pakaian ini modis, tetapi tidak nyaman.
  • Bukunya tipis, tetapi ilmunya dalam.
  • Hutan itu lebat, tetapi gelap.
  • Kafe ini ramai, tapi harga minumannya mahal.
  • Pantai itu indah, tapi berbahaya untuk berenang.
  • Ceritanya menyentuh hati, tapi akhirnya tragis.
  • Suara itu nyaring, tetapi liriknya dalam.
  • Ponsel ini canggih, tapi daya tahan baterainya rendah.
  • Wanita itu cantik, tapi sikapnya buruk.
  • Mobil itu kencang, tapi boros bahan bakar.
  • Kota ini maju, tetapi lingkungannya rusak.
  • Selera musiknya beragam, tetapi suaranya kuat.
  • Anak itu ramah, tapi pemalu.
  • Restoran itu mewah, tapi pelayanannya buruk.
  • Kenyataannya pahit, tapi harus dihadapi.
  • Pengeluaran ini besar, tetapi hasilnya sedikit.
  • Rumah itu besar, tapi kosong.
  • Kopi ini pekat, teh itu ringan.
  • Ceritanya tragis, namun menginspirasi.
  • Kamera ini mahal, tapi kualitas gambarnya bagus.
  • Minuman ini segar, tapi manis.
  • Bicaranya pedas, tapi selalu jujur.
  • Kota itu modern, tetapi bersejarah.
  • Doa itu lemah, tetapi penuh harapan.

Penutup

Seperti itulah majas antitesis dan contohnya yang telah kami bahas secara lengkap diatas. Semoga apa yang kami jelaskan diatas ini bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Apabila ada kesalahan dalam penulisan ataupun ada pesan, saran, dan kritik yang ingin disampaikan oleh pembaca, silahkan gunakan kolom komentar dibawah untuk mengirim komentar. Semoga bermanfaat.

Abdul Tora

Tora suka menulis tentang segala hal tentang pendidikan dan berharap dapat menambah makna pada apa yang dibaca orang. Dia adalah seorang expert dalam bidang Matematika dan Bahasa Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *