Bahasa Indonesia

125 Contoh Kalimat Majas Antiklimaks Serta Pengertian

Majas Antiklimaks – Pada pembahasan ini akan menjelaskan mengenai pengertian dan contoh majas antiklimaks. Antiklimaks adalah majas yang memiliki makna yang menurun daripada makna sebelumnya.

Contoh majas antiklimaks dan pengertiannya akan kami jelaskan secara lengkap sebagai berikut.

Antiklimaks Adalah

Majas Antiklimaks Adalah

Majas antiklimaks adalah salah satu gaya bahasa retorika yang digunakan dalam sastra dan pidato. Majas ini melibatkan penyusunan kata-kata atau frasa-frasa dalam sebuah urutan yang menurun secara berangsur-angsur dalam hal intensitas, kekuatan, atau pentingnya.

Dengan kata lain, majas antiklimaks menciptakan suatu susunan yang semakin melemah atau merosot dalam konteks makna atau efeknya.

Perbedaan antara majas antiklimaks dengan majas klimaks adalah dibedakan menurut gaya bahasa klimaks kata yang dipergunakan secara berurutan turun daripada makna kata sebelumnya.

Majas antiklimaks adalah majas yang tergolong ke dalam majas penegasan sebab memiliki sifat penegasan. Sama juga halnya dengan seperti contoh majas epifora dan contoh majas klimaks.

Majas antiklimaks ini digunakan untuk menciptakan efek humor, ironi, atau ketidakpuasan terhadap suatu situasi. Selain itu ada juga jenis gaya bahasa lain selain majas antiklimaks yang telah dibahas di postingan jenis jenis majas.

Contoh majas antiklimaks dapat di temukan pada obrolan setiap hari dan juga bisa ditemukan di karya sastra seperti lagu, novel, cerpen, puisi dan lain sebagainya.

Contoh kalimat antiklimaks akan kami berikan pada pembahasan contoh majas antiklimaks dibawah ini.

Contoh Majas Antiklimaks

Contoh Majas Antiklimaks

Contoh majas antiklimaks akan diberikan dengan tujuan untuk lebih mengetahui mengenai gaya bahasa ini. sebab di bahasan diatas telah dijelaskan mengenai pengertian majas antiklimaks.

Agar dapat mengidentifikasi apakah sebuah kalimat menggunakan kalimat majas antiklimaks atau tidak yaitu dengan memahami cara penggunaan berdasarkan contoh dari majas tersebut.

Berikut ini contoh majas antiklimaks:

  • Dia adalah guru yang pintar, tapi sayangnya dia juga sering telat.
  • Restoran ini memiliki dekorasi yang indah, tetapi makanannya kurang enak.
  • Film ini dijuluki sebagai film terbaik tahun ini, tapi banyak yang merasa kecewa setelah menontonnya.
  • Ia adalah pembicara yang berpengetahuan luas, tetapi pembicarannya membosankan.
  • Acara itu direncanakan dengan sangat rapi, tapi sayangnya cuacanya buruk sehingga harus dibatalkan.
  • Teman-teman kami sangat baik hati, tetapi mereka sering lupa janji.
  • Buku itu terlihat menarik, tetapi isinya sangat membosankan.
  • Walaupun dia seorang pemain basket yang tinggi, sayangnya kemampuannya dalam bermain sangat rendah.
  • Perusahaan ini memiliki banyak karyawan, tapi sayangnya produktivitas mereka sangat rendah.
  • Mesin itu mahal dan canggih, tetapi sayangnya sering rusak.
  • Restoran ini memiliki reputasi bagus, tapi pelayanan mereka sangat lambat.
  • Dia adalah penulis terkenal, tapi karyanya yang terbaru kurang diminati.
  • Mobil ini terlihat mewah, tetapi mesinnya sering macet.
  • Film ini memiliki aktor-aktor terkenal, tapi alur ceritanya sangat datar.
  • Rumah itu besar dan mewah, tapi lokasinya terpencil.
  • Ia memiliki pengetahuan yang mendalam, tetapi tidak suka berbagi informasi.
  • Gitar itu mahal, tetapi suaranya tidak bagus.
  • Ia memiliki banyak teman, tetapi sering merasa kesepian.
  • Pertunjukan itu diiklankan dengan heboh, tapi sangat sedikit yang datang.
  • Restoran ini memiliki beragam menu, tapi rasanya hambar.
  • Dia memiliki gelar master, tetapi sering kesulitan mencari pekerjaan.
  • Hotel ini memiliki pemandangan indah, tetapi kamarnya kotor.
  • Ponsel ini memiliki kamera berkualitas tinggi, tetapi baterainya cepat habis.
  • Baju ini terlihat mahal, tapi kualitas jahitannya buruk.
  • Ruangan itu luas, tetapi suhu di dalamnya sangat dingin.
  • Ia adalah pelari yang berbakat, tetapi sering tersandung.
  • Perusahaan ini memiliki banyak karyawan, tetapi keuntungannya menurun.
  • Acara itu diikuti banyak peserta, tapi tidak ada yang menang.
  • Film itu memiliki grafis yang bagus, tetapi ceritanya tidak menarik.
  • Buku ini tebal dan terlihat berisi, tapi isinya sangat dangkal.
  • Pemandangan dari sini sangat indah, tapi banyak sampah berserakan.
  • Pesawat ini modern, tapi sering terlambat.
  • Hotel itu dekat dengan pantai, tapi air di kamar mandi berwarna kuning.
  • Dia memiliki banyak pengalaman, tapi sering membuat kesalahan.
  • Restoran ini terkenal dengan hidangan lautnya, tapi makanannya tidak segar.
  • Gitar itu terlihat indah, tapi senarnya sering putus.
  • Ia memiliki banyak ide kreatif, tapi tidak punya modal.
  • Pertunjukan itu diikuti oleh musisi terkenal, tapi suaranya pecah-pecah.
  • Mobil itu memiliki fitur canggih, tapi sering mogok.
  • Rumah itu besar dan megah, tapi atapnya bocor.
  • Mesin itu berkecepatan tinggi, tapi sering macet.
  • Buku ini diulas dengan sangat baik, tapi banyak yang tidak suka.
  • Ponsel ini memiliki banyak aplikasi, tetapi sering hang.
  • Dia adalah desainer busana terkenal, tetapi koleksinya tidak laku.
  • Acara itu dihadiri banyak selebriti, tapi tidak ada yang berbicara.
  • Film ini memiliki budget besar, tapi ceritanya biasa saja.
  • Ia memiliki banyak teman, tetapi sering bertengkar dengan mereka.
  • Restoran ini memiliki jam buka yang lama, tapi sering kehabisan menu.
  • Hotel itu mewah, tetapi pelayanannya buruk.
  • Gitar ini terlihat mahal, tetapi sulit diatur senarnya.
  • Dia adalah ilmuwan terkemuka, tapi penelitiannya tidak berarti.
  • Pertunjukan itu diikuti oleh penari-penari terkenal, tapi gerakannya kaku.
  • Mobil ini memiliki mesin yang bertenaga, tapi sering macet.
  • Baju ini terlihat bagus, tetapi nyaman dipakainya.
  • Rumah itu terletak di kawasan elit, tapi banyak perampokan.
  • Film ini mendapat banyak penghargaan, tapi banyak yang tidak suka.
  • Ia memiliki banyak pengikut di media sosial, tetapi tidak punya pengaruh.
  • Restoran ini terkenal dengan hidangan pedas, tapi rasanya hambar.
  • Ponsel ini tahan air, tapi kualitas panggilannya buruk.
  • Perusahaan ini memiliki logo terkenal, tapi produknya tidak terkenal.
  • Gitar itu mahal, tetapi sulit dipelajari.
  • Dia adalah seorang seniman terkenal, tapi lukisannya abstrak.
  • Hotel ini memiliki kolam renang yang besar, tapi airnya keruh.
  • Buku ini tebal, tetapi ceritanya membosankan.
  • Ia memiliki banyak keberuntungan, tapi sering merugi.
  • Mobil ini memiliki sistem navigasi canggih, tetapi sering salah arah.
  • Acara itu diikuti oleh banyak peserta, tapi tidak ada yang menang.
  • Perusahaan ini memiliki banyak karyawan, tetapi laba mereka menurun.
  • Film itu diiklankan dengan besar-besaran, tapi banyak yang kecewa setelah menontonnya.
  • Restoran ini memiliki menu yang beragam, tapi pelayanannya buruk.
  • Ruangan itu luas, tapi pencahayaannya buruk.
  • Dia memiliki banyak pelanggan setia, tapi bisnisnya tidak menguntungkan.
  • Ponsel ini memiliki kamera yang berkualitas tinggi, tapi baterainya cepat habis.
  • Hotel itu terletak di pusat kota, tetapi banyak suara bising.
  • Gitar itu terlihat indah, tetapi sangat mahal.
  • Ia adalah pembicara yang terkenal, tapi pidatonya membosankan.
  • Restoran ini terkenal dengan hidangan khasnya, tapi rasanya aneh.
  • Film ini dijuluki sebagai film terbaik tahun ini, tapi banyak yang menilai sebaliknya.
  • Buku ini diulas dengan sangat baik, tetapi isinya tidak menarik.
  • Pertunjukan itu dihadiri oleh banyak selebriti, tapi tidak ada yang tampil.
  • Dia adalah ilmuwan terkemuka, tapi penelitiannya tidak praktis.
  • Mobil ini modern dan canggih, tapi sering rusak.
  • Rumah itu megah dan besar, tapi sulit dijangkau.
  • Perusahaan ini memiliki banyak cabang, tetapi layanannya buruk.
  • Acara itu diikuti oleh penari-penari terkenal, tapi tidak ada yang menari.
  • Gitar ini mahal, tetapi sering fals.
  • Ia adalah pemimpin yang berkarisma, tapi kebijaksanaannya meragukan.
  • Restoran ini terkenal dengan hidangan manisnya, tapi rasanya asin.
  • Hotel itu mewah, tetapi kamarnya kecil.
  • Baju ini terlihat keren, tapi harga jualnya sangat mahal.
  • Film ini memiliki aktor-aktor terkenal, tetapi alur ceritanya datar.
  • Ponsel ini memiliki desain yang modern, tapi performanya lambat.
  • Dia adalah seniman terkenal, tetapi karyanya sulit dimengerti.
  • Mobil itu terlihat mewah, tapi boros bahan bakar.
  • Ia memiliki banyak pengikut di media sosial, tapi sedikit interaksinya.
  • Restoran ini terkenal dengan hidangan pedasnya, tapi rasanya tawar.
  • Perusahaan ini memiliki banyak karyawan, tetapi banyak yang tidak kompeten.
  • Gitar itu terlihat indah, tetapi harganya tidak masuk akal.
  • Buku ini diulas dengan sangat baik, tapi isinya sangat tebal.
  • Rumah itu terletak di kawasan elit, tapi lingkungannya kotor.
  • Pertunjukan itu dihadiri oleh banyak selebriti, tapi acaranya membosankan.
  • Dia adalah ilmuwan terkemuka, tapi penelitiannya tidak relevan.
  • Mobil ini memiliki fitur canggih, tapi sering mengalami gangguan.
  • Hotel itu terletak di pantai, tapi air di kolam renangnya kotor.
  • Film ini mendapat banyak penghargaan, tetapi banyak yang tidak mengerti.
  • Ia memiliki banyak teman, tetapi sering berselisih pendapat.
  • Restoran ini terkenal dengan hidangan lautnya, tapi rasanya pahit.
  • Ponsel ini tahan air, tetapi layarnya mudah pecah.
  • Baju ini terlihat mahal, tapi desainnya tidak menarik.
  • Gitar itu mahal, tapi sulit diaksesori.
  • Dia adalah penulis terkenal, tapi bukunya sulit dicari.
  • Acara itu diiklankan dengan heboh, tapi tidak ada yang datang.
  • Mobil ini memiliki mesin yang bertenaga, tapi konsumsi bahan bakarnya tinggi.
  • Perusahaan ini memiliki banyak cabang, tetapi banyak yang gulung tikar.
  • Hotel itu mewah, tetapi sarapannya sederhana.
  • Rumah itu besar dan megah, tapi banyak hantunya.
  • Ia memiliki banyak ide kreatif, tapi tidak punya eksekusi yang baik.
  • Restoran ini memiliki beragam menu, tapi pelayanan sangat lambat.
  • Buku ini tebal, tapi tulisannya kecil.
  • Gitar ini terlihat indah, tapi sulit diatur nadanya.
  • Film ini dijuluki sebagai film terbaik tahun ini, tetapi banyak yang menilai sebaliknya.
  • Ponsel ini memiliki kamera berkualitas tinggi, tetapi susah digunakan.
  • Dia adalah seniman terkenal, tapi lukisannya tidak bisa dijual.
  • Mobil itu terlihat mewah, tetapi sering mengalami kerusakan.
  • Ia adalah pemimpin yang berkarisma, tapi sering membuat keputusan yang kontroversial.

Penutup

Kurang lebih seperti itulah pembahasan mengenai antiklimaks dan contohnya yang telah dijelaskan secara lengkap diatas. Semoga saja apa yang dibahas ini bisa bermanfaat untuk pembaca.

Jika ada kesalahan dalam penulisan ataupun ada saran yang ingin disampaikan, silahkan guankan kolom komentar dibawah untuk berkomentar. Semoga bermanfaat.

Abdul Tora

Tora suka menulis tentang segala hal tentang pendidikan dan berharap dapat menambah makna pada apa yang dibaca orang. Dia adalah seorang expert dalam bidang Matematika dan Bahasa Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *