Bahasa Indonesia

Macam Macam Majas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Macam Macam Majas – Dalam sebuah pelajaran bahasa Indonesia, gaya bahasa atau sering disebut majas adalah pelajaran yang sering kali muncul di SD, SMP, sampai SMA dan telah dianggap sebagai pelajaran yang cukup sulit. Jenis jenis majas dan contohnya dibagi dari beberapa jenis.

Pengertian majas dan contohnya akan dibahas lebih lengkap sebagai berikut.

Pengertian Majas

Macam Macam Majas

Majas adalah gaya bahasa atau figuratif yang digunakan dalam sastra untuk memberikan efek retorika atau kreatif dalam sebuah teks.

Majas juga sering digunakan untuk meningkatkan daya tarik dari suatu sastra dengan cara memanipulasi kata-kata, suara, atau makna.

Macam macam majas dan contohnya diketahui lebih dari beberapa jenis. Dan dari beberapa lebih jenis majas tersebut, dibagi jadi 4 kelompok, yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, dan majas penegasan.

Majas bisa berupa perbandingan, kontras, repetisi, atau berbagai teknik lainnya yang digunakan untuk menciptakan efek yang mendalam dan menggugah perasaan pada pembaca atau pendengar.

Beberapa contoh majas yang umum digunakan meliputi metafora, simile, personifikasi, hiperbola, metonimi, dan banyak lagi.

Majas seringkali digunakan dalam puisi, prosa kreatif, pidato, dan teks sastra lainnya untuk memberikan kualitas artistik dan ekspresi yang lebih dalam.

Macam Macam Majas dan Contohnya

Macam Macam Majas

Macam-macam majas dan contohnya bisa dikatakan ada banyak sekali. Namun mungkin tidak banyak orang yang mengethaui kalau majas terdiri lebih dari 20 macam majas.

Macam-macam majas dan contohnya dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam majas yaitu :

  1. Majas Perbandingan
  2. Majas Sindiran
  3. Majas Penegasan
  4. Majas Pertentangan

Macam macam majas serta contohnya telah mimin rangkum menjadi 4 bagian kelompok diatas.

Berikut ini Jenis jenis majas dan pengertiannya:

1. Majas Perbandingan

Macam Macam Majas

Majas perbandingan adalah salah satu jenis majas yang digunakan dalam sastra untuk membandingkan dua hal yang berbeda, dengan tujuan untuk membuat pemahaman atau gambaran yang lebih jelas bagi pembaca atau pendengar

Pengertian Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah salah satu jenis majas dalam sastra yang digunakan untuk membandingkan dua hal atau lebih dengan tujuan untuk memberikan gambaran atau pemahaman yang lebih jelas atau menarik.

Majas ini sering digunakan untuk membuat perbandingan antara dua hal yang sebenarnya berbeda, dengan menggunakan kata-kata atau ungkapan yang bersifat perbandingan.

Contoh majas perbandingan melibatkan penggunaan kata-kata seperti “seperti,” “bagai,” “ibarat,” “layaknya,” atau “semisal.”

Jenis Jenis Majas Perbandingan

Macam macam majas perbandingan serta contohnya telah mimin rangkum menjadi 10 jenis. Berikut ini Pengertian dan contoh kalimat majas perbandingan:

1. Majas Personifikasi

Majas perbandingan personifikasi adalah salah satu bentuk majas dalam sastra yang memberikan atribut atau sifat-sifat manusia kepada objek, hewan, atau makhluk lain yang sebenarnya tidak memiliki sifat-sifat tersebut.

Dalam majas ini, objek atau makhluk tersebut diberikan karakteristik, tindakan, atau sifat-sifat manusia sehingga terlihat seperti memiliki kehidupan atau kemampuan berpikir layaknya manusia.

Contoh majas personifikasi:

  • Angin malam itu berbisik lembut di telingaku.
  • Matahari tersenyum hangat di atas langit biru.
  • Daun-daun berguguran dengan sedih.

Dalam contoh-contoh di atas, angin, matahari, dan daun-daun diberikan sifat-sifat manusia, seperti berbicara, tersenyum, dan merasa sedih.

Majas personifikasi digunakan untuk memberikan elemen imajinatif dalam tulisan dan membuat objek atau makhluk tersebut lebih hidup dan mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar.

2. Majas Asosiasi

Majas perbandingan asosiasi adalah salah satu jenis majas dalam sastra yang digunakan untuk menghubungkan atau mengaitkan dua atau lebih ide, konsep, atau gambaran yang mungkin tidak terkait secara langsung.

Majas ini menciptakan hubungan yang tidak lazim antara berbagai elemen dalam sebuah teks atau karya sastra dengan tujuan untuk memperdalam pemahaman atau memberikan dampak emosional kepada pembaca atau pendengar.

Contoh majas asosiasi:

  • Lukisan itu menciptakan suasana hening dan damai, seperti senja yang berlabuh di tengah samudra biru.
  • Kata-kata ibunya adalah sinar terang dalam kehidupannya, selalu memberikan arah dan kehangatan seperti matahari pagi di musim dingin.
  • Kenangan pahit itu terasa seperti racun yang menyusup ke dalam hatinya, merusak segala yang ia cintai.

Dalam contoh-contoh di atas, majas asosiasi digunakan untuk menggambarkan perasaan, suasana, atau makna yang lebih dalam dengan menghubungkan dua elemen yang sebenarnya tidak memiliki hubungan langsung.

Hal ini menciptakan pemahaman yang lebih mendalam dan memberikan efek emosional kepada pembaca atau pendengar.

3. Majas Hiperbola

Majas perbandingan hiperbola adalah jenis majas dalam sastra yang digunakan untuk memberikan gambaran yang sangat berlebihan atau berlebihan secara dramatis.

Dalam majas ini, penulis atau penyair sengaja menggambarkan sesuatu dengan cara yang sangat berlebihan atau ekstrem, melebihi batas kenyataan, dengan tujuan untuk menciptakan efek dramatis, menarik perhatian, atau membuat kesan yang kuat kepada pembaca atau pendengar.

Contoh penggunaan majas hiperbola:

  • Aku telah mencoba meneleponmu seribu kali, tapi kamu tidak pernah menjawab.
  • Kecantikan wajahnya begitu memukau sehingga bunga-bunga di sekitarnya layu karena merasa cemburu.
  • Ia mampu memakan sejuta pizza dalam satu kali duduk.

Dalam contoh-contoh di atas, majas hiperbola digunakan untuk menggambarkan tindakan atau sifat dengan sangat berlebihan.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan efek dramatis dan membuat pembaca atau pendengar terkesan oleh keberlebihan dalam perbandingan atau deskripsi yang digunakan.

4. Majas Metafora

Majas perbandingan metafora adalah salah satu jenis majas dalam sastra yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang berbeda dengan menyatakan bahwa satu hal adalah yang lain tanpa menggunakan kata-kata pembanding seperti “seperti” atau “bagai.”

Metafora menciptakan hubungan atau analogi yang kuat antara dua konsep atau objek yang sebenarnya tidak terkait secara langsung.

Contoh majas metafora:

  • Hatinya adalah batu yang keras.
  • Cahayamu adalah bintang yang bersinar di dalam gelap malam.
  • Cinta adalah api yang membara di dalam dada kita.

Dalam contoh-contoh di atas, metafora digunakan untuk menyatakan bahwa hati adalah seperti batu, cahaya adalah seperti bintang, dan cinta adalah seperti api.

Metafora menciptakan pemahaman dan gambaran yang lebih mendalam tentang konsep atau objek yang dibandingkan, sehingga memberikan kekuatan ekspresif kepada karya sastra.

5. Majas Litotes

Majas perbandingan litotes adalah jenis majas dalam sastra yang digunakan untuk mengungkapkan sebuah ide atau pernyataan dengan cara yang meremehkan atau merendahkan melalui penyisipan negasi.

Dalam majas litotes, penulis menggunakan kata-kata yang memiliki makna kontrapositif atau merendahkan sesuatu dengan tujuan untuk memberikan kesan sebaliknya, yaitu memberikan penekanan atau penguatan terhadap hal yang sebenarnya dimaksud.

Contoh majas litotes:

  • Dia bukan orang yang bodoh. (Artinya, dia sangat cerdas.)
  • Tidak buruk (Artinya, sangat baik atau luar biasa.)
  • Itu bukan tindakan yang tidak berarti. (Artinya, itu adalah tindakan yang sangat berarti.)

Dalam contoh-contoh di atas, majas litotes digunakan untuk menyampaikan maksud yang sebenarnya dengan cara meremehkan secara tidak langsung. Ini dapat digunakan untuk memberikan efek penekanan atau untuk menghindari kesan sombong dalam komunikasi.

6. Majas Sinekdoke

Majas perbandingan sinekdoke adalah jenis majas dalam sastra yang digunakan untuk menggambarkan suatu konsep dengan mengambil bagian dari objek tersebut untuk mewakili keseluruhannya atau sebaliknya.

Sinekdoke adalah bentuk perbandingan atau perwakilan yang menggambarkan hubungan antara bagian dan keseluruhan atau sebaliknya.

Contoh majas sinekdoke:

  • Setangan tangan membantu.
  • Semua mata di ruangan itu tertuju padanya.
  • Ia membeli sebuah mobil baru.

Majas sinekdoke digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih kreatif dan ekspresif dalam karya sastra dengan menggantikan kata-kata biasa dengan bagian atau keseluruhan objek, sehingga memberikan kedalaman dan nuansa yang khas pada tulisan.

7. Majas Eufimisme

Majas perbandingan eufemisme adalah bentuk majas dalam sastra yang digunakan untuk menyampaikan suatu konsep atau gagasan dengan menggunakan kata-kata yang lebih halus atau lembut daripada kata-kata yang sebenarnya untuk mengurangi dampak negatif atau kontroversial.

Eufemisme digunakan untuk menghindari pengungkapan yang terlalu keras atau kasar, terutama ketika berbicara tentang topik sensitif atau merendahkan.

Contoh majas eufemisme:

  • Ia telah pergi.
  • Ibu sedang beristirahat.
  • Dia telah mengucapkan selamat tinggal kepada pekerjaan lamanya.

Dalam contoh-contoh di atas, majas eufemisme digunakan untuk menggantikan kata-kata yang lebih keras atau kontroversial dengan kata-kata yang lebih halus atau sopan.

Hal ini digunakan untuk menjaga kepekaan dan rasa hormat dalam berkomunikasi, terutama dalam situasi yang mengharuskan pemilihan kata-kata yang tepat.

8. Majas Metonimia

Majas perbandingan metonimia adalah jenis majas dalam sastra yang digunakan untuk menggambarkan suatu konsep dengan menggantikan kata atau ungkapan dengan kata atau ungkapan lain yang berhubungan secara dekat atau sering terkait dengannya.

Dalam metonimia, hubungan antara konsep atau objek yang digambarkan dan kata-kata yang digunakan adalah hubungan yang erat dalam konteks tertentu.

Contoh majas metonimia:

  • Mahasiswa mendukung pendidikan.
  • Ia membaca Shakespeare.
  • Washington sedang mempertimbangkan langkah-langkah baru.

Dalam contoh-contoh di atas, metonimia digunakan untuk menggantikan konsep yang lebih luas dengan kata-kata yang secara dekat terkait dengan konsep tersebut.

Ini memberikan kemudahan dan kedalaman dalam berkomunikasi dan sering digunakan dalam bahasa sastra dan retorika.

9. Majas Simbolik

Majas perbandingan simbolik adalah jenis majas dalam sastra yang digunakan untuk menggambarkan suatu ide, konsep, atau makna dengan menggunakan simbol atau lambang tertentu. Simbol yang digunakan dalam majas simbolik memiliki makna lebih dalam daripada makna harfiahnya.

Dengan menggunakan simbol-simbol ini, penulis atau penyair menciptakan lapisan tambahan dalam teks yang memungkinkan pembaca atau pendengar untuk menafsirkan pesan yang lebih mendalam.

Contoh majas simbolik:

  • Burung merpati sering digunakan sebagai simbol perdamaian.
  • Matahari terbit dapat melambangkan harapan dan awal yang baru.
  • Hujan dapat menjadi simbol kesedihan atau penyucian.

Dalam contoh-contoh di atas, burung merpati, matahari terbit, dan hujan digunakan sebagai simbol untuk menggambarkan konsep-konsep yang lebih besar daripada makna harfiahnya.

Majas simbolik digunakan untuk memberikan dimensi tambahan pada karya sastra, dan memungkinkan pembaca atau pendengar untuk mendalami makna dan pesan yang disampaikan oleh penulis.

10. Majas Alegori

Majas perbandingan alegori adalah jenis majas dalam sastra yang menggambarkan suatu cerita atau narasi dengan menggunakan metafora atau simbol-simbol yang memiliki makna tersembunyi.

Dalam majas alegori, elemen-elemen cerita atau objek-objek yang digambarkan mewakili ide-ide atau konsep-konsep yang lebih besar atau lebih abstrak. Majas ini sering digunakan untuk menyampaikan pesan moral atau kritik sosial dalam bentuk narasi yang lebih luas.

Contoh majas alegori:

  • The Pilgrim’s Progress oleh John Bunyan adalah contoh alegori yang mewakili perjalanan spiritual seseorang.
  • Cerita Animal Farm karya George Orwell adalah alegori yang menggambarkan revolusi dan korupsi politik.
  • Lukisan Allegory of Good and Bad Government oleh Ambrogio Lorenzetti adalah contoh alegori dalam seni rupa yang menggambarkan efek dari pemerintahan yang baik dan buruk.

Dalam contoh-contoh di atas, majas alegori digunakan untuk menyampaikan pesan atau makna yang lebih mendalam melalui narasi atau gambaran yang lebih luas.

Alegori memungkinkan penulis atau seniman untuk mengungkapkan konsep-konsep kompleks atau kritik sosial dengan cara yang lebih kreatif dan simbolik.

2. Majas Sindiran

Macam Macam Majas

Majas sindiran, juga dikenal sebagai majas diri atau otopersonifikasi, yaitu salah satu jenis majas dalam sastra yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati, hewan, atau makhluk lain yang tidak memiliki sifat-sifat manusia.

Berikut ini pengertian majas sindiran dan cohtohnya:

Pengertian Majas Sindiran

Majas sindiran adalah salah satu bentuk majas yang digunakan untuk mengkritik atau menyindir seseorang atau sesuatu dengan cara halus atau tidak langsung.

Sindiran ini seringkali disampaikan dengan lembut atau dengan penggunaan kata-kata yang bersifat ironis. Tujuan utama dari majas sindiran adalah untuk mengungkapkan kritik atau ketidaksetujuan tanpa secara terang-terangan menghina atau menyakiti perasaan orang lain.

Jenis Jenis Majas Sindiran

Macam macam majas sindiran serta contohnya telah mimin rangkum menjadi 3 jenis. Berikut ini contoh kalimat majas sindiran:

1. Majas Sarkasme

Majas sindiran sarkasme adalah bentuk ekspresi yang digunakan untuk mengungkapkan kritik, sindiran, atau ketidaksetujuan secara tajam dan seringkali dengan cara yang bertentangan dengan makna harfiah.

Makna yang sebenarnya dari apa yang diucapkan seringkali berlawanan dengan makna yang dimaksudkan secara implisit. Sarkasme sering digunakan untuk menciptakan humor dengan cara mengkritik atau menyindir sesuatu.

Contoh majas sarkasme:

  • Oh, tentu saja, ide cemerlang! Mari kita buang uang lebih banyak untuk sesuatu yang benar-benar tidak perlu.
  • Wah, kamu benar-benar pintar sekali, ya! Setiap kata yang keluar dari mulutmu adalah permata berharga!
  • Selalu sangat menyenangkan menghadiri rapat panjang itu. Saya suka duduk selama berjam-jam mendengarkan pembicara yang tak pernah berhenti berbicara.

Majas sarkasme sering digunakan dalam percakapan sehari-hari dan tulisan untuk menyampaikan kritik atau pendapat dengan cara yang humoris atau tajam.

2. Majas Sinisme

Majas sindiran sinisme adalah bentuk ekspresi atau retorika yang digunakan untuk mengungkapkan penolakan, sikap sinis, atau ketidaksetujuan dengan cara yang tajam dan merendahkan.

Sinisme seringkali berfokus pada mengungkapkan keraguan atau pandangan negatif terhadap sesuatu, sering kali dengan nada sinis atau menghina. Hal ini digunakan untuk menyampaikan kritik atau kekecewaan dengan cara yang tajam dan kurang ajar.

Contoh majas sinisme:

  • Tentu saja, semua politisi adalah orang yang sangat jujur dan selalu memikirkan kepentingan rakyat pertama. Tidak pernah ada kasus korupsi atau manipulasi di sana.
  • Kamu benar, hidup adalah perjalanan yang indah. Terutama saat kamu terjebak dalam kemacetan lalu lintas setiap hari dan harus membayar tagihan-tagihan yang tak kunjung berhenti.
  • Tentu saja, pekerjaan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya ketika kamu harus bekerja begitu keras untuk gaji yang tidak mencukupi.

Majas sinisme sering digunakan untuk menyampaikan kritik dengan cara yang tajam dan kurang ajar, dan kadang-kadang digunakan untuk mengungkapkan ketidakpercayaan atau ketidaksetujuan yang kuat terhadap suatu situasi atau pernyataan.

3. Majas Ironi

Majas sindiran ironi adalah penggunaan kata-kata untuk mengungkapkan makna yang berlawanan dengan makna harfiahnya. Ironi sering digunakan untuk menyampaikan pesan atau kritik dengan cara yang halus atau menggelikan.

Contoh majas ironi:

  • Hari ini adalah cuaca sempurna untuk berenang, kata seseorang saat hujan deras.
  • Ketika dia datang ke pesta dengan topi yang sangat besar, semua orang tiba-tiba jadi tak terlihat.
  • Terimakasih banyak atas bantuanmu yang sangat berguna tadi.

Majas ironi digunakan untuk menciptakan humor, menyampaikan kritik, atau mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara yang lebih halus dan kreatif.

3. Majas Penegasan

Macam Macam Majas

Majas penegasan yaitu suatu bentuk retorika dalam bahasa Indonesia yang digunakan untuk menguatkan atau memperjelas suatu gagasan atau pernyataan.

Pengertian Majas Penegasan

Majas penegasan adalah penggunaan bahasa atau kata-kata yang kuat atau meyakinkan untuk menekankan atau memperkuat suatu ide atau pesan dalam tulisan atau pidato. Majas ini digunakan untuk membuat pernyataan lebih tegas dan efektif.

Gaya majas penegasan ini biasa dipergunakan untuk sebuah karya sastra seperti puisi, cerpen atau novel. Macam macam majas penegasan dan contohnya telah diklasifikasikan dalam 6 jenis.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai contoh majas penegasan:

Jenis Jenis Majas Penegasan

Macam macam majas penegasan dan contoh ada 6 jenis majas. Berikut ini penjelasan contoh-contoh kalimat majas penegasan:

1. Majas Pleonasme

Majas penegasan pleonasme adalah suatu bentuk retorika di mana terdapat pengulangan kata atau frasa yang memiliki makna yang sama atau serupa dalam sebuah kalimat atau pernyataan.

Majas ini sebenarnya merupakan penyimpangan dari aturan tata bahasa yang memerintahkan untuk menggunakan kata-kata yang relevan dan tidak berlebihan.

Contoh majas pleonasme:

  • Berkumpul bersama-sama.
  • Sekarang ini.
  • Gadis perempuan.

Majas pleonasme sering digunakan secara tidak sengaja dalam percakapan sehari-hari, dan seringkali digunakan untuk memberikan penekanan atau sebagai gaya bahasa.

Meskipun itu bisa efektif dalam beberapa konteks, dalam tulisan formal, sebaiknya dihindari untuk menjaga kejelasan dan efisiensi komunikasi.

2. Majas Retoris

Majas penegasan retoris adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memberikan kekuatan atau efek retoris dalam bahasa, khususnya dalam tulisan atau pidato.

Mereka sering digunakan untuk mempengaruhi perasaan seseorang, pemahaman, sampai dengan pandangan pembaca atau pendengar.

Contoh majas retoris:

  • Hatinya adalah bebatuan yang dingin.
  • Senyumnya seperti sinar matahari pagi.
  • Angin berbisik lembut di telingaku.

Majas retoris digunakan untuk memperkaya tulisan atau pidato, menggugah emosi, dan mengkomunikasikan pesan dengan lebih efektif.

3. Majas Antiklimaks

Majas penegasan antiklimaks adalah gaya bahasa yang menggambarkan serangkaian kata, frasa, atau kalimat dengan susunan yang menurun dalam intensitas. Majas ini digunakan untuk menciptakan efek humor atau mengejutkan dalam tulisan atau pidato.

Contoh majas antiklimaks:

  • Dia adalah seorang jenius, seorang ahli, dan seorang penjual pizza.
  • Saya mencari cinta sejati, kebahagiaan sejati, atau setidaknya makanan enak.
  • Dia memiliki bakat besar dalam seni, kemampuan menari yang luar biasa, dan kesulitan besar dalam mematikan alarm pagi.

Majas antiklimaks dapat digunakan untuk menciptakan efek humor dengan menggantungkan harapan pembaca atau pendengar pada sesuatu yang penting atau serius, hanya untuk menghadirkannya dengan sesuatu yang kurang penting atau lucu.

4. Majas Klimaks

Majas penegasan klimaks adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menggambarkan serangkaian kata, frasa, atau kalimat dengan susunan yang meningkat dalam intensitas atau arti.

Pada majas ini, seringkali dimulai dengan hal yang lemah atau kurang penting dan kemudian berujung pada hal yang paling kuat atau signifikan.

Majas klimaks digunakan untuk membangun ketegangan, meningkatkan dramatisme, atau memberikan penekanan.

Contoh majas klimaks:

  • Dia memiliki senyum manis, kepribadian yang menawan, dan kecerdasan yang luar biasa.
  • Malam itu, kita tertawa, kita bercanda, dan kita menciptakan kenangan yang tak terlupakan.
  • Proyek ini menuntut waktu, energi, dan dedikasi sejati.

Majas klimaks membantu menciptakan efek dramatik dan memperkuat pesan dengan memunculkan elemen-elemen penting secara bertahap, mencapai puncaknya, dan membangun ketegangan atau antusiasme pada pembaca.

5. Majas Anafora

Majas penegasan anafora adalah sebuah gaya bahasa yang melibatkan pengulangan kata atau frasa di awal kalimat atau frasa yang berurutan.

Pengulangan ini digunakan untuk memberikan penekanan pada kata atau frasa tersebut, menciptakan ritme, dan meningkatkan efek retoris dalam tulisan atau pidato.

Contoh majas anafora:

  • Ia datang, ia melihat, ia menang.
  • Dengan sabar, dengan tekad, dengan keberanian, kita akan mengatasi semua rintangan.
  • Kita akan berjuang, kita akan bertahan, kita akan menang bersama.

Majas anafora membantu menciptakan pola berulang yang memperkuat pesan dan memfokuskan perhatian pada kata atau frasa yang diulang.

6. Majas Epifora

Majas penegasan epifora adalah gaya bahasa yang melibatkan pengulangan kata atau frasa di akhir dari suatu kalimat atau frasa yang berurutan.

Pengulangan ini digunakan untuk memberikan penekanan pada kata atau frasa tersebut, menciptakan ritme, dan meningkatkan efek retoris dalam tulisan atau pidato.

Contoh majas epifora:

  • Dia pintar, dia berbakat, dia hebat.
  • Kita harus berjuang, kita harus berkorban, kita harus menang.
  • Ia datang dengan senyuman, dengan kebaikan, dengan cinta.

Majas epifora membantu menciptakan pola berulang yang memperkuat pesan dan memfokuskan perhatian pada kata atau frasa yang diulang di akhir kalimat atau frasa.

4. Majas Pertentangan

Macam Macam Majas

Majas pertentangan yaitu suatu bentuk majas retorika yang menggunakan pernyataan yang bertentangan atau kontradiktif untuk menciptakan efek retorika atau memperjelas sebuah konsep.

Pengertian Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah salah satu gaya bahasa atau majas retorika yang digunakan untuk menciptakan kontras atau perbedaan yang tajam antara dua unsur atau gagasan dalam sebuah kalimat atau teks.

Majas ini sering digunakan untuk memperkuat kesan, memahami perbedaan, atau menekankan perlawanan antara dua hal yang berlawanan.

Berikut ini Pengertian majas pertentangan dan contohnya:

Jenis Jenis Majas Pertentangan

Macam macam majas pertentangan serta contohnya diklasifikasikan menjadi 2 jenis. Berikut ini contoh kalimat majas pertentangan:

1. Majas Antitesis

Majas pertentangan antitesis adalah salah satu gaya bahasa yang digunakan untuk menciptakan kontras atau perbedaan yang tajam antara dua unsur atau gagasan dalam sebuah kalimat atau teks.

Majas ini sering digunakan untuk memperkuat kesan, memahami perbedaan, atau menekankan perlawanan antara dua hal yang berlawanan.

Contoh majas antitesis:

  • Cinta adalah neraka, dan cinta adalah surga.
  • Dia hidup dalam kemewahan, tetapi hatinya miskin.
  • Dalam keheningan, suara senyapnya sangat berisik.

Majas antitesis digunakan untuk menciptakan perbandingan yang tajam antara dua hal yang berlawanan guna meningkatkan daya tarik bahasa dan membuat pesan yang disampaikan menjadi lebih kuat dan berkesan.

2. Majas Paradoks

Majas pertentangan paradoks adalah sebuah gaya bahasa yang digunakan untuk menciptakan pernyataan yang tampaknya bertentangan atau tidak masuk akal pada pandangan pertama.

Secara umum, majas ini mengandung unsur-unsur paradoks yang menciptakan ketegangan antara dua gagasan yang kontradiktif.

Contoh-contoh majas paradoks:

  • Dia adalah seorang pemuda tua yang bijaksana.
  • Kegelapan mencerahkan pikiranku.
  • Dia adalah seorang penakut yang berani.

Majas paradoks digunakan untuk memunculkan pemikiran dan refleksi dalam teks atau percakapan. Mereka menciptakan ketegangan dan mengejutkan pembaca atau pendengar dengan menggabungkan gagasan yang dianggap tidak sesuai.

Penutup

Jadi begitulah macam macam majas dan contohnya sudah dijelaskan secara lengkap diatas. Semoga pembahasan yang telah diberikan diatas bisa bermanfaat bagi pembaca.

Jika ada pertanyaan atau pesan yang ingin disampaikan terkait pembahasan diatas, silahkan gunakan kolom komentar untuk berkomentar.

Abdul Tora

Tora suka menulis tentang segala hal tentang pendidikan dan berharap dapat menambah makna pada apa yang dibaca orang. Dia adalah seorang expert dalam bidang Matematika dan Bahasa Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *